Assalamualaikum wr wb.
Pagi-pagi begini enaknya itu duduk diteras sambil minum secangkir kopi susu :-),
Ada cerita bagus nih sob, lumayan buat motivasi pagi hehe, cerita tentang semut dan lalat. Cerita ini sengaja aku kutip dari blog sobat wordpress iphincow.wordpress.com karena menurut aku kisahnya bagus dan juga bisa jadi penghias blogku sebagai tulisan perdana, Ok mari kita simak saja kisahnya
"Kisah semut dan lalat"
Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di
atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah.
Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak
menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak
seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu.
Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat. “Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini
saatnya menikmati makanan segar,” katanya.
Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan
terbang menuju pintu saat dia masuk, namun
ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat
hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan- kawannya yang melambai-lambaikan tangannya
seolah meminta agar dia bergabung kembali
dengan mereka. Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali
melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak
kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu
kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas
ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik,
demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan
kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai
lemas terkapar di lantai.
Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan
semut merah berjalan beriringan keluar dari
sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak
mereka mengerumuni dan beramai-ramai
menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan
semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai
lalat yang malang itu menuju sarang mereka. Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya
kepada rekannya yang lebih tua, “Ada apa dengan
lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?” “Oh.., itu sering
terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini.
Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia
sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga
menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan
hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu
makan malam kita.” Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun
masih penasaran dan bertanya lagi, “Aku masih
tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha
keras? Kenapa tidak berhasil?” Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai
lalat, semut tua itu menjawab, “Lalat itu adalah
seorang yang tak kenal menyerah dan telah
mencoba berulang kali, hanya saja dia
melakukannya dengan cara-cara yang sama.”
Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan
perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan
nada lebih serius, “Ingat anak muda, jika kamu
melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi
mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib
kamu akan seperti lalat ini.” Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang
berbeda, mereka hanya melakukannya dengan
cara yang berbeda.
Sumber : iphincow.wordpress.com/2013/03/02/kisah-semut-dan-lalat/#more-586