Kamis, 09 Mei 2013

Assalamualaikum wr wb.


Jumat, 10 september 2013.

Baru saja aku selesai sholat jumat, dan kejadian sedih pun menimpaku kembali, yaitu sandalku hilang dan ahirnya aku pulang tanpa memakai sendal :') tapi biarlah...(jangan curhat ah, hehe maap maap)


Oh ya yang mau ane bahas iyalah keadian yang selalu aku alami persisnya setiap sholat jumat. Jadi begini, saat imam membaca surat al a'la dan ketika sampai pada ahir kalimat yaitu "suhufi ibrohiima wa muusa" biasanya banyak makmum yang menjawab "alaihissalaam" padahal setahu saya yang seperti ini tidak ada dalilnya atau kata lainnya tidak ada landasannya yang membenarkan tersebut. Dan saya belum pernah mendengar satupun hadits yang menyatakan kalau sahabat menjawab "alaihissalam" saat menjadi makmum dan Nabi membaca surat al-'ala. Yang ada malah ketika saya masih mengaji alquran dulu ustadz saya menyatakan "jangan nt ikut ikutan kaya begitu nak, bisa batal solat nt kalau kata-kata itu termasuk berbicara diwaktu sholat, karena kalimat alaihissalam nukan termasuk bacaan alquran.

Hmm, menurut saya sih daripada kita gak tahu apa2 istilahnya orang awam kayak saya ini, mendingan ga usah ikut ikutan yang kayak begitu deh kan ga jelas sumbernya dari manah, hehe sekian dulu postingnya ya sob, udah jam kerja nih, saya mau lanjutin pekerjaan saya dulu. Lain waktu ane lanjut lagi postingnya.

Dan ahirnya, wassalamualaikum wr wb.



Oh ya sob ada referensi juga nih pas ane googling : http://pusdai.com/?p=7799

Sabtu, 04 Mei 2013

Assalamualaikum wr wb.


Pagi-pagi begini enaknya itu duduk diteras sambil minum secangkir kopi susu :-),
Ada cerita bagus nih sob, lumayan buat motivasi pagi hehe, cerita tentang semut dan lalat. Cerita ini sengaja aku kutip dari blog sobat wordpress iphincow.wordpress.com karena menurut aku kisahnya bagus dan juga bisa jadi penghias blogku sebagai tulisan perdana, Ok mari kita simak saja kisahnya

"Kisah semut dan lalat"

Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di
atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah.
Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak
menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak
seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu.
Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat. “Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini
saatnya menikmati makanan segar,” katanya.
Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan
terbang menuju pintu saat dia masuk, namun
ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat
hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan- kawannya yang melambai-lambaikan tangannya
seolah meminta agar dia bergabung kembali
dengan mereka. Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali
melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak
kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu
kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas
ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik,
demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan
kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai
lemas terkapar di lantai.
Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan
semut merah berjalan beriringan keluar dari
sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak
mereka mengerumuni dan beramai-ramai
menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan
semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai
lalat yang malang itu menuju sarang mereka. Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya
kepada rekannya yang lebih tua, “Ada apa dengan
lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?” “Oh.., itu sering
terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini.
Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia
sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga
menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan
hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu
makan malam kita.” Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun
masih penasaran dan bertanya lagi, “Aku masih
tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha
keras? Kenapa tidak berhasil?” Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai
lalat, semut tua itu menjawab, “Lalat itu adalah
seorang yang tak kenal menyerah dan telah
mencoba berulang kali, hanya saja dia
melakukannya dengan cara-cara yang sama.”
Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan
perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan
nada lebih serius, “Ingat anak muda, jika kamu
melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi
mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib
kamu akan seperti lalat ini.” Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang
berbeda, mereka hanya melakukannya dengan
cara yang berbeda.


Sumber : iphincow.wordpress.com/2013/03/02/kisah-semut-dan-lalat/#more-586

Kamis, 25 April 2013

Ijin ngenalin blog baru

Assalamualaikum sobat blogger, selamat pagi kawan semua diseluruh belahan indonesia
:) cuma mau share aja nih, berhubung blog ane mini ane(abatasa.heck.in) dulu mengalami insiden gak bisa dibuka lagi :sedih maka ane cuma bisa berkata yaaah

(alesan alesaan. hajaaar,,) tadi buka fb. terus ada tmen yg share blog barunya, blognya bagus :D jadi buat ane kepikiran lagi untuk maen blog lagi,alhasil...klak klik klak klik taraaaa Kabooom!! jadilah blog gaptek punyanya ane ini, masi berantakan yah sob, yaaa namanya juga blog baru lahir a few minute ago wekwekwek :nyengir. mhn doa dan bantuanya ya sob (hallah,,,) agar miniblog ini bermanfaat baik dan bnyk inpo2 yang bisa ane share next time.. udahan dulu yah perkenalanya dilanjut lg nanti, ane mau mandi dulu (jadi curhat) hahaha,,

trimakasih udah membaca oret2an ini. wassalamualaikum